LAPORAN PEMBELAJARAN LUAR SEKOLAH
(PLS)
Hari Kamis 2 Maret 2017 siswa-siswi
kelas X SMA N 2 MAGELANG melakukan pembelajaran luar sekolah atau biasa
disingkat dengan (PLS) perjalanan kami dimulai kira-kira pukul 07.00 WIB dalam
perjalanan kami dijelaskan tentang keindahan alam yang bus kami lewati oleh
pemandu wisata ,dalam perjalanan kami juga bernyanyi,bercanda . Perjalan sangat
panjang jalannya pun berkelok-kelok .Perjalanan sangat jauh teman-temanku ada
yang merasa kelelahan hingga tertidur ada juga yang mabuk perjalanan namun aku
tidak bisa tidur aku selama perjalanan hanya makan apa yang tadi aku bawa dari
rumah . Kami juga disediakan makanan snak isinya aku sedikit lupa kalau tidak
salah ada arem-arem,parsel, air mineral dan yang satu aku lupa . Tujuan pertama
kami ialah musium sangiran letaknya di daerah Kalijambe,Kabupaten Sragen Jawa
Tengah . Kira-kira pukul 14.00 WIB kami sampai disangiran disana kami
melihat-lihat koleksi musium sangiran kami juga berfoto .Saat masuk kesangiran
kami dipandu oleh petugasnya kami dijelaskan tentang isi musium sangiran itu.
Disana terdapat banyak sekali tulang makhluk purba sampai aku kebingungan
menangkap pembelajaran ini disana juga digambarkan bagaimana suasana kehidupan
saat jaman purbakala.
A.Profil Museum Sangiran
Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia.
Menurut laporan UNESCO
(1995) "Sangiran diakui oleh para ilmuwan untuk menjadi salah satu situs
yang paling penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia, disejajarkan
bersama situs Zhoukoudian (Cina), Willandra Lakes
(Australia), Olduvai Gorge (Tanzania),
dan Sterkfontein (Afrika
Selatan), dan lebih baik dalam penemuan daripada yang lain."
Daerah terdiri dari sekitar 56 km²
(7km x 8 km). Lokasi ini terletak di Jawa Tengah,
sekitar 15 kilometer sebelah utara Surakarta
di lembah Sungai Bengawan Solo. Secara administratif, kawasan
Sangiran terbagi antara 2 kabupaten: Kabupaten
Sragen (Kecamatan Gemolong, Kecamatan
Kalijambe, dan Plupuh) dan Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo). Fitur penting dari
situs ini adalah geologi daerah. Awalnya kubah terbentuk jutaan tahun yang lalu
melalui kenaikan tektonik. Kubah itu kemudian terkikis yang mengekspos isi
dalam kubah yang kaya akan catatan arkeologi.
B. Isi Museum Sangiran
Memasuki
ruangan pertama, terdapat banyak papan berisi penjelasan mengenai pembagian
zaman purba di bumi. Beberapa penjelasan disertai gambar sehingga tampak
menarik dan tidak menjemukan. Selanjutnya dipamerkan pula jenis-jenis
batuan yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun hingga ratusan juta tahun
yang lalu.Setiap fosil batuan purba yang dipamerkan tersebut dijelaskan pula
asal-usulnya dan lokasi penemuannya. Beberapa batuan yang ada ditemukan di
sekitar wilayah Sangiran dan sebagian lagi ditemukan di daerah lain di
Indonesia.
Memasuki ruangan selanjutnya dipamerkan
koleksi tengkorak manusia purba yang pernah ditemukan di sekitar Sangiran
berikut penjelasannya. Beberapa fosil manusia pada zaman Megalitikum dan
Neolitikum dipamerkan di dalam etalase kaca yang tertutup rapat. Tidak
ketinggalan fosil manusia purba yang cukup terkenal dan ditemukan pada zaman
penjajahan Belanda bernama Pithecantropus erectus dan Homo erectus juga
dipamerkan meskipun hanya replikanya saja.Gading Gajah Purba yang tersimpan di
Museum Sangiran menjadi inspirasi pembangunan Gapura Gading
diperbatasan antara kabupaten Sragen dengan kabupaten Karanganyar.Ruangan
selanjutnya berisi koleksi mengenai peralatan batu manusia purba yang digunakan
untuk berburu dan meramu. Seperti yang biasa kita ketahui seperti kapak
batu, kapak genggam, kapak persegi, kapak lonjong, dan sebagainya. Sebagian
benda yang dipamerkan merupakan penemuan dari para arkeolog di
wilayah Sangiran dan sekitar tepi Sungai Bengawan Solo. Informasi
yang tersedia cukup detail dengan mencantumkan nama benda, fungsi, tempat
ditemukan, dan perkiraan usia batu.Ruangan Museum Sangiran berikutnya berisi
koleksi fosil-fosil hewan purba seperti gading gajah purba, tulang-tulang
gajah, dan tulang hewan purba lain. Penyajiannya cukup atraktif dengan
penjelasan gambar dan suara disampingnya.
Memasuki ruangan terakhir berisi
diorama tiga dimenasi yang menggambarkan aktivitas manusia purba saat berburu,
meramu, dan bertempat tinggal sementara.Tur keliling Museum Sangiran terakhir
adalah melihat film dokumenter yang diputar di bioskop mini museum. Film
dokumenter tersebut berisi penggambaran proses terbentuknya bumi dan tata
surya, penggambaran aktivitas manusia purba, dan dokumentasi penemuan
fosil-fosil purba. Tontonan ini cukup menarik meskipun kita harus mengantri
apabila tempat duduk bioskop mini telah penuh pengunjung karena kapasitasnya
yang terbatas.Secara keseluruhan kemasan Museum manusia Purba Sangiran cukup
menarik dan tidak membosankan. Sepertinya renovasi dan pembangunan fasilitas
pendukung cukup berhasil untuk menarik minat pengunjung untuk hadir di museum
ini. Sebagai kawasan yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, kita
patut berbangga dengan situs purbakala yang juga sebagai lokasi penelitian
purbakala terlengkap di Asia bahkan di dunia.
Itu merupaka profil serta isi dari
musium sangiran yang saya ketahui setelah itu kami melnjutkan perjalanan menuju
museum kars sesampainya di bus kami diberi makan kami makan didalam bus dalam
keadaan bus sudah berjalan saat itu aku kesulitan makan namun tetap aku
paksakan untuk makan perjalanan sangat jauh saat itu keadaan sedang hujan deras
terasa dingin didalam bus .setelah perjalanan cukup lama dan sampai di museum
karst ternyata musium itu sudah tutup dan panitia mencari jalan keluar
bagaimana selanjutnya setelah mendapat keputusan akhirnya kami pergi ke pantai
baron perjalanan menuju pantai baron juga cukup jauh kami harus menempuh
perjalan yang menegngkan perjalanan menuju pantai baron berkelok-kelok kami
sampai sana sudah hampir magrib disana kami berfoto dan melakukan permainan
serta melihat-lihat keindahan pantai baron
A. Profil Pantai Baron
Pantai Baron adalah salah satu objek
wisata berupa pantai yang terletak di Desa Kemadang,
Kecamatan
Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Lokasi Pantai Baron
dapat ditempuh 40 km daeri pusat kota Yogyakarta. Asal mula nama Pantai
Baron berasal dari nama seorang bangsawan asal Belanda
yang bernama Baron Skeber. Bangsawan tersebut pernah
mendaratkan kapalnya di pantai selatan tepatnya di pantai yang saat ini
terkenal dengan sebutan Pantai Baron. Jalan menuju objek wisata Pantai Baron
cukup baik untuk dilalui kendaraan pribadi, sepeda motor dan bus.Obyek wisata
Pantai Baron merupakan pantai yang membentuk cekungan. Seperti pantai lainnya,
di Pantai Baron tersedia aneka ikan laut beserta olahannya. Ikan yang biasanya
dijual di Pantai Baron adalah udang windu, kakap, bawal putih dan tongkol.
Pantai Baron memiliki fasilitas berupa tempat pelelangan ikan, wahana permainan
anak-anak, perahu bermesin, dan toko cenderamata.
Buah sirkaya, pisang tanduk, sirsak, dan berbagai macam cenderamata yang
terbuat dari kerang laut. Cenderamata berbahan kerang yang banyak dijual di
Pantai Baron adalah bros, tirai kerang, lampu hias, cermin berhias karang,
figura, dan aneka karakter hewan yang juga terbuat dari kerang laut.
Setelah kami pergi dari pantai Baron
kami pergi makan disalah satu tempat makan dan dilanjutkan pulang kami sampai
rumah pukul 23.00 WIB.
Foto di ambil dari google

Disusun Oleh
Nama
:Nur Laya Liya Mubarokah
Kelas
:X MIA 2
No
:20
Sekolah
:SMA N 2 MAGELANG



Gunakan alinea dalam menulis sehingga jelas pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan. Ukuran huruf sebaiknya (14) sehingga lebih "cling". Penyisipan gambar/foto tidak boleh langsung bersama teks. Harus bertahap sehingga muncul.
BalasHapusGood lay
BalasHapusYa, terima kasih, sudah muncul gambarnya. Peletakan gambar akan lebih baik langsung menempel pada bagian yang dilaporkan (kanan atau kiri berita).
BalasHapus