Minggu, 04 Juni 2017



BIOGRAFI AYAHKU


     Suis Al Aris lahir di kaki Gunung Kendeng yaitu Dusun Panceng,Desa Kebongembong ,Pageruyung , Kendal Jawa Tenggah .Ia terlahir dari keluarga sederhana pasangan Tasjan dan Sawiyah . Ia terlahir 4 bersaudara . Aris lahir pada tanggal 1 Agustus  1970 . Dari keluarga sederhana tersebut, Ia dididik menjadi seseorang yang pantang menyerah dan pekerja keras . Sejak kecil Aris selalu hidup mandiri tanpa menyusahkan kedua orang tuanya .
        Sejak kecil Ia selalu bekerja keras . Ia bersekolah di SD kebongembong disekolah Ia selalu aktif dalam pembelajaran Ia juga selalu mendapatkan peringkat , setelah pulang sekolah ia selalu membantu orangtuanya disawah . Saat sekolah Ia sering mengikuti perlombaan-perlobaan . Saat menginjak SMP Ia berniat tidak melanjutkan sekolahnya karena Ia sadar bahwa Ia harus bekerja membantu orangtuanya .Namun, Akhirnya Ia meneruskan sekolahnya . Ia kemudian bersekolah di SMP 1 Pageruyung . Perjalanan saat ia sekolah sangat sulit Ia harus berjalan melewati bukit ,melewati kebun pala ,kebun karet , jurang , naik turun tebing . Ia belajar dengan giat walaupun Ia harus melalui kehidupan yang sulit Ia tidak pernah mengeluh . Saat SMP Ia selalu mendapatkan peringkat dan Ia selalu mewakili sekolahnya di perlombaan . Kemudian Ia melanjutkan ke SMA namun setelah SMA Ia tidak dapat melanjutkan Kuliahnya karena masalah keuangan dan Ia sadar Ia harus membantu orangtuanya bekerja .
       Perjalanan yang sulit selalu Ia lewati . Setelah lulus SMA ia memutuskan untuk bekerja . Ia pergi ke Semarang berharap Ia disana dapat memperoleh pekerjaan yang layak ,namun karena Ia belum memiliki pengalaman bekerja Ia tidak tau mau bekerja apa . Ia pertama kali bekerja disuatu Bank di Semarang namun karena suatu alasan Ia berhenti dari pekerjaannya kemudian Ia bekerja di Fotocopi .Ia melakukan pekerjaan apapun saat itu .Ia bahkan tidak makan karena tidak mempunyai uang untuk makan .Saat itu Ia kadang tidur dipinggir toko orang karena Ia tidak mampu membayar sewa rumah dan kos .
         Saat bekerja  Ia bertemu dengan seorang gadis yang juga sedang berjuang disana . Gadis itu bernama Sakdiyah ,mereka kemudian menikah pada 2 februari 1994 . Pada saat menikah kehidupan mereka sangat dalam keadaan tidak berada namun mereka selalu berjuang , pada tangal 4 April 1995 mereka dikaruniai anak yang mereka beri nama Nur Rohman saat itu mereka masih dalam keadaan menumpang pada rumah orangtua . Saat anak mereka sudah berumur 5 tahun mereka bekerja kembali di Semarang dan mereka menggumpulkan uang untuk membangun rumah . Mereka kemudian dapat membangun rumah di Panceng namun, karena mereka bekerja rumah mereka belum mereka tempati dan saat mereka kembali rumah mereka telah dijual . Ia dan keluarganya akhirnya hanya bisa pasrah kemudian Ia pulang kerumah istrinya di Magelang disana ia kemudian bekerja di Secang bersama Istrinya . Setelah beberapa tahun Ia akhirnya dapat membangun rumah di Magelang. Kemudian ia membuka usaha yang terus berkembang dan kemudian Ia di mempunyai anak kedua dengan nama Nur Laya Liya Mubarokah . Sejak saat itu kehidupannya berangsur membaik . Sampai sekarang Aris masih berusaha . Kini Ia dapat menyekolahkan kedua anaknya Nur Rohman kini bersekolah di Unirvesitas Diponegoro Semarang dan anaknya yang kecil bersekolah di SMAN 2 Magelang .



TERIMAKASIH
GOMAWO

NAMA:NUR LAYA LIYA MUBAROKAH
KELAS:X MIA 2
NO       :20

Sabtu, 01 April 2017


LAPORAN PEMBELAJARAN LUAR SEKOLAH (PLS)



Hari Kamis 2 Maret 2017 siswa-siswi kelas X SMA N 2 MAGELANG melakukan pembelajaran luar sekolah atau biasa disingkat dengan (PLS) perjalanan kami dimulai kira-kira pukul 07.00 WIB dalam perjalanan kami dijelaskan tentang keindahan alam yang bus kami lewati oleh pemandu wisata ,dalam perjalanan kami juga bernyanyi,bercanda . Perjalan sangat panjang jalannya pun berkelok-kelok .Perjalanan sangat jauh teman-temanku ada yang merasa kelelahan hingga tertidur ada juga yang mabuk perjalanan namun aku tidak bisa tidur aku selama perjalanan hanya makan apa yang tadi aku bawa dari rumah . Kami juga disediakan makanan snak isinya aku sedikit lupa kalau tidak salah ada arem-arem,parsel, air mineral dan yang satu aku lupa . Tujuan pertama kami ialah musium sangiran letaknya di daerah Kalijambe,Kabupaten Sragen Jawa Tengah . Kira-kira pukul 14.00 WIB kami sampai disangiran disana kami melihat-lihat koleksi musium sangiran kami juga berfoto .Saat masuk kesangiran kami dipandu oleh petugasnya kami dijelaskan tentang isi musium sangiran itu. Disana terdapat banyak sekali tulang makhluk purba sampai aku kebingungan menangkap pembelajaran ini disana juga digambarkan bagaimana suasana kehidupan saat jaman purbakala.
A.Profil Museum Sangiran 
Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Menurut laporan UNESCO (1995) "Sangiran diakui oleh para ilmuwan untuk menjadi salah satu situs yang paling penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia, disejajarkan bersama situs Zhoukoudian (Cina), Willandra Lakes (Australia), Olduvai Gorge (Tanzania), dan Sterkfontein (Afrika Selatan), dan lebih baik dalam penemuan daripada yang lain."
Daerah terdiri dari sekitar 56 km² (7km x 8 km). Lokasi ini terletak di Jawa Tengah, sekitar 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo. Secara administratif, kawasan Sangiran terbagi antara 2 kabupaten: Kabupaten Sragen (Kecamatan Gemolong, Kecamatan Kalijambe, dan Plupuh) dan Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo). Fitur penting dari situs ini adalah geologi daerah. Awalnya kubah terbentuk jutaan tahun yang lalu melalui kenaikan tektonik. Kubah itu kemudian terkikis yang mengekspos isi dalam kubah yang kaya akan catatan arkeologi.
B. Isi Museum Sangiran
          Memasuki ruangan pertama, terdapat banyak papan berisi penjelasan mengenai pembagian zaman purba di bumi. Beberapa penjelasan disertai gambar sehingga tampak menarik dan tidak menjemukan. Selanjutnya dipamerkan pula jenis-jenis batuan yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun hingga ratusan juta tahun yang lalu.Setiap fosil batuan purba yang dipamerkan tersebut dijelaskan pula asal-usulnya dan lokasi penemuannya. Beberapa batuan yang ada ditemukan di sekitar wilayah Sangiran dan sebagian lagi ditemukan di daerah lain di Indonesia.
 Memasuki ruangan selanjutnya dipamerkan koleksi tengkorak manusia purba yang pernah ditemukan di sekitar Sangiran berikut penjelasannya. Beberapa fosil manusia pada zaman Megalitikum dan Neolitikum dipamerkan di dalam etalase kaca yang tertutup rapat. Tidak ketinggalan fosil manusia purba yang cukup terkenal dan ditemukan pada zaman penjajahan Belanda bernama Pithecantropus erectus dan Homo erectus juga dipamerkan meskipun hanya replikanya saja.Gading Gajah Purba yang tersimpan di Museum Sangiran menjadi inspirasi pembangunan Gapura Gading diperbatasan antara kabupaten Sragen dengan kabupaten Karanganyar.Ruangan selanjutnya berisi koleksi mengenai peralatan batu manusia purba yang digunakan untuk berburu dan meramu. Seperti yang biasa kita ketahui seperti kapak batu, kapak genggam, kapak persegi, kapak lonjong, dan sebagainya. Sebagian benda yang dipamerkan merupakan penemuan dari para arkeolog di wilayah Sangiran dan sekitar tepi Sungai Bengawan Solo. Informasi yang tersedia cukup detail dengan mencantumkan nama benda, fungsi, tempat ditemukan, dan perkiraan usia batu.Ruangan Museum Sangiran berikutnya berisi koleksi fosil-fosil hewan purba seperti gading gajah purba, tulang-tulang gajah, dan tulang hewan purba lain. Penyajiannya cukup atraktif dengan penjelasan gambar dan suara disampingnya.
Memasuki ruangan terakhir berisi diorama tiga dimenasi yang menggambarkan aktivitas manusia purba saat berburu, meramu, dan bertempat tinggal sementara.Tur keliling Museum Sangiran terakhir adalah melihat film dokumenter yang diputar di bioskop mini museum. Film dokumenter tersebut berisi penggambaran proses terbentuknya bumi dan tata surya, penggambaran aktivitas manusia purba, dan dokumentasi penemuan fosil-fosil purba. Tontonan ini cukup menarik meskipun kita harus mengantri apabila tempat duduk bioskop mini telah penuh pengunjung karena kapasitasnya yang terbatas.Secara keseluruhan kemasan Museum manusia Purba Sangiran cukup menarik dan tidak membosankan. Sepertinya renovasi dan pembangunan fasilitas pendukung cukup berhasil untuk menarik minat pengunjung untuk hadir di museum ini. Sebagai kawasan yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, kita patut berbangga dengan situs purbakala yang juga sebagai lokasi penelitian purbakala terlengkap di Asia bahkan di dunia.

Itu merupaka profil serta isi dari musium sangiran yang saya ketahui setelah itu kami melnjutkan perjalanan menuju museum kars sesampainya di bus kami diberi makan kami makan didalam bus dalam keadaan bus sudah berjalan saat itu aku kesulitan makan namun tetap aku paksakan untuk makan perjalanan sangat jauh saat itu keadaan sedang hujan deras terasa dingin didalam bus .setelah perjalanan cukup lama dan sampai di museum karst ternyata musium itu sudah tutup dan panitia mencari jalan keluar bagaimana selanjutnya setelah mendapat keputusan akhirnya kami pergi ke pantai baron perjalanan menuju pantai baron juga cukup jauh kami harus menempuh perjalan yang menegngkan perjalanan menuju pantai baron berkelok-kelok kami sampai sana sudah hampir magrib disana kami berfoto dan melakukan permainan serta melihat-lihat keindahan pantai baron
A.    Profil Pantai Baron
Pantai Baron adalah salah satu objek wisata berupa pantai yang terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Lokasi Pantai Baron dapat ditempuh 40 km daeri pusat kota Yogyakarta. Asal mula nama Pantai Baron berasal dari nama seorang bangsawan asal Belanda yang bernama Baron Skeber. Bangsawan tersebut pernah mendaratkan kapalnya di pantai selatan tepatnya di pantai yang saat ini terkenal dengan sebutan Pantai Baron. Jalan menuju objek wisata Pantai Baron cukup baik untuk dilalui kendaraan pribadi, sepeda motor dan bus.Obyek wisata Pantai Baron merupakan pantai yang membentuk cekungan. Seperti pantai lainnya, di Pantai Baron tersedia aneka ikan laut beserta olahannya. Ikan yang biasanya dijual di Pantai Baron adalah udang windu, kakap, bawal putih dan tongkol. Pantai Baron memiliki fasilitas berupa tempat pelelangan ikan, wahana permainan anak-anak, perahu bermesin, dan toko cenderamata. Buah sirkaya, pisang tanduk, sirsak, dan berbagai macam cenderamata yang terbuat dari kerang laut. Cenderamata berbahan kerang yang banyak dijual di Pantai Baron adalah bros, tirai kerang, lampu hias, cermin berhias karang, figura, dan aneka karakter hewan yang juga terbuat dari kerang laut.
Setelah kami pergi dari pantai Baron kami pergi makan disalah satu tempat makan dan dilanjutkan pulang kami sampai rumah pukul 23.00 WIB.

Foto di ambil dari google







Disusun Oleh
Nama               :Nur Laya Liya Mubarokah
Kelas               :X MIA 2
No                   :20
Sekolah           :SMA N 2 MAGELANG